Posts Tagged manajemen
Manajemen Kepariwisataan Bali
BAB I
PENDAHULUAN.
1.1 Latar belakang.
Bali, dalam benak penulis adalah sebuah pulau yang benar-benar eksotik dengan alam lingkungan yang asri sebagaimana di diskripsikan dalam lukisan-lukisan ubud gaya young artis, aliran yang diciptakan oleh Walter Spies. Dalam lukisan-lukisan gaya ubud tersebut terlihat terjalinnya kearmonisan hubungan manusia bali, alam lingkungan dan Tuhan. Begitu indahnya, menguatkan keyakinan penulis yang telah terdoktrinkan tentang pulau Bali sebagai pulau surga atau the last paradise in world.
Bahkan tidak hanya para pelukis yang menuangkan Bali pada lembaran kanvasnya tetapi berbagai bidang seni dan para peneliti yang ikut berpartisipasi dan terinpirasi dari keindahan pulau Bali, bahkan serasa potensi yang dimilikinya tidak akan pernah abis untuk digali dan dikembangkan. Benar-benar membanggakan. Tidak salah memang apa yang dilukisakan para pelukis-pelukis ubud dan seniaman-seniman lainnya tersebut tentang Bali. Bali penuh dengan daya historis, magis, dan religius sehingga selalu menarik untuk dinikmati dari berbagai aspek. Kita tidak bisa pungkiri bahwa dari karya- karya para seniman inilah salah satu penyebab Bali bisa lebih dikenal tidak saja oleh bangsa sendiri bahkan oleh masyarakat dunia, dari sinilah Bali menjadi daerah tujuan pariwisata dunia. Bahkan dari pariwisata ini Bali lebih terkenal dari Indonesia di mata masyarakat internasional, kecuali mungkin setelah terjadi krisis dan Indonesia masuk menjadi Negara lima besar terkorup didunia menjadikan namanya terkenal setara dengan Bali.
Pulau Bali memang sangat beruntung dengan potensi yang dimilikinya, seperti sember daya alam lingkungan yang asri dan menawan, kehidupan social budaya masyarakatnya yang begitu unik dan religius yang didasari oleh keyakinan dan agama yang dipadukan secara harmonis dengan adat warisan nenek moyang. Mungkin gambaran saya tentang Bali dan segenap isinya tersebut akan hanya menjadi kenangan, mungkin saja tidak hanya saya sebagai masyarakat local, bahkan mungkin para turis yang terkesan dengan Bali tempo dulu juga akan hanya dapat bernostalgia mengenai Bali melalui foto-foto, lukisan serta film tentang Bali.
Sepertinya keberuntungan pulau Bali seperti apa yang saya sampaikan diatas, ternyata tidak dibarengi oleh keberuntungan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan pulau kecil nan indah tersebut. Sekarang banyak pihak yang seperti kebakaran jenggot melihat beberapa sumber daya yang dimiliki Bali telah rusak, terkoyak dan tercemar baik dari segi sosial budaya masyarakat, lingkungan bahkan sampai sistem religinya. Sepertinya sangat sulit mendapatkan kondisi Bali seperti dulu lagi.
Industri pariwisata dituduh salah satu penyebab penting dari rusak dan tercemarnya sumber daya yang dimiliki Bali tersebut. Tuduhanya adalah pariwisata telah mengubah pulau Bali dengan segenap segala isi yang ada di dalamnya, dengan perkembangan dan pembangunannya. Tuduhan tersebut mungkin ada benarnya, karena bahwa hampir semua daerah yang mengembangkan industri pariwisata akan mengalami kerusakan baik lingkungan maupun sosial budayanya. Dari kondisi rusaknya pulau Bali beserta isinya saat ini akan menimbulkan pertanyaan siapa yang salah, apanya yang salah, dimana yang salah dan salah-salah lainnya yang seakan menjadi suatu pertanyaan yang rumit karena akan seperti benang kusut/ penyakit kronis yang perlu penanganan yang serius dan sesegera mungkin. Sehingga muncul pertanyaan apakah pariwisata masih layak untuk kita banggakan dan kembangkan?.
Adanya anggapan industri pariwisata sangat mudah dilaksanakan sebagaimana juga di Bali merupakan salah satu factor terjadinya pengembangan industri pariwisata yang tanpa konsep dan perencanaan yang jelas dan matang, mungkin karena Bali melaksanakan industri pariwisatantanya secara kebetulan, kalau tidak bisa dikatakan keberuntungan. Sepertinya pariwisata terjadi begitu saja dan tidak peru mengeluarkan biaya besar untuk menjadikan Bali sebagai daerah indsustri pariwisata. Atraksi alam dan social budaya yang dimiliki sudah nerupakan modal ungul yang dimiliki.
Dari paparan tersebut diatas maka penulis ingin memaparkan dan mengertahui bagaimana kondisi dari pelaksanaan konsep pariwisata budaya Bali bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan serta untuk mengetahui upaya apa yang mungkin dapat dilakukan untuk lebih menjamin keberlangsungan pembangunan Bali.
Add comment June 27, 2008
